Friday, 25 January 2013

Menetukan Kalimat Utama dan Gagasan Utama dalam Sebuah Paragraf


Mata Pelajaran : 
Bahasa Indonesia

Kompetensi     :
Membaca berbagai teks nonsastra berupa teks sederhana, laporan, pengumuman, petunjuk pemakaian, ringkasan, makna kata dan rubrik khusus, serta berbagai karya sastra berupa puisi, dongeng, cerita anak, dan drama anak

Menentukan Kalimat Utama dalam Paragraf
Gagasan utama juga disebut gagasan pokok, atau ide pokok. Ide pokok adalah ide/gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf, maka dalam satu paragraf hanya ada satu gagasan utama. Ide pokok terdapat dalam kalimat utama. 

Sebuah paragraf tersusun atas kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf. Kalimat utama juga sering disebut sebagai  kalimat topik. Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam paragraf tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas. Kalimat penjelas yaitu kalimat yang isinya  memperjelas, menguraikan, atau berupa rincian-rincian tentang kalimat utama

Kalimat utama dapat  terletak di awal paragraf, di akhir paragraf, di awal dan akhir paragraf, atau di awal sampai akhir paragraf. Paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf disebut paragraf deduktif. Paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir paragraf disebut paragraf induktif. Paragraf yang kalimat utamanya berada di awal dan akhir paragraf disebut paragraf campuran. Paragraf yang kalimat utamanya berada di awal sampai akhir paragraf sebenarnya tidak mempunyai istilah khusus, namun biasanya kalimat utama akan berada di awal sampai akhir paragraf jika paragraf tersebut berupa narasi atau deskripsi. Paragraf narasi adalah paragraf yang berisi cerita. Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu sehingga pembaca seolah-olah dapat ikut menyaksikan sesuatu yang digambarkan itu. 

Bagaimana kita dapat menentukan kalimat utama dan gagasan utama dalam sebuah paragraf?
Yang harus kita lakukan adalah membaca paragraf tersebut dengan cermat, dengan demikian kita dapat menentukan manakah di antara kalimat-kalimat yang ada, yang memiliki ciri-ciri kalimat utama. Apa sajakah ciri kalimat utama?
Ciri kalimat utama :
1. Mengandung permasalahan yang dapat diuraikan lebih lanjut
2. Biasanya berupa kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
3. Mempunyai arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain
4. Dapat dibentuk tanpa kata sambung atau transisi
5. Pada paragraf induktif, kalimat utama sering kali ditandai kata-kata kunci seperti :
     Sebagai kesimpulan….
     Yang penting….
     Jadi, …..
     Dengan demikian…

Sedangkan kalimat penjelas memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri
2. Arti kalimatnya baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea
3. Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa penghubung atau kalimat transisi
4. Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang bersifat mendukung kalimat topik

Mari kita mencoba untuk menentukan kalimat utama pada contoh paragraf di bawah ini!
Contoh :
          (1) Rumah Pak Amat sungguh memprihatinkan. (2) Dinding rumahnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah usang dan berlubang di sana-sini . (3) Tidak terdapat sekat di bagian dalam rumah yang hanya berukuran tiga kali empat meter persegi tersebut. (4) Sebuah dipan bambu yang juga sudah reyot terdapat di salah satu sudut ruangan. (5) Di sudut yang lain,  terlihat beberapa peralatan dapur, seperti kompor, wajan, piring dan gelas.
Perhatikanlah kalimat-kalimat yang ada dalam contoh paragraf di atas! Ketika kita membaca kalimat pertama ( 1) kita dapat langsung memahami isi kalimat secara utuh. Sedangkan pada kalimat yang ke-2, hingga kalimat terakhir kita pisahkan dari paragraf, pasti akan timbul berbagai pertanyaan.

Sebagai contoh jika kita membaca kalimat yang ke-2 saja :
Dinding rumahnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah usang dan berlubang di sana-sini .
Saat membaca kalimat tersebut kita akan bertanya: " Rumah siapa yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu?"
Maka dapat kita simpulkan kalau kalimat utama pada paragraf di atas adalah kalimat pertama.  Karena kalimat utama berada di awal paragraf, paragraf tersebut disebut paragraf deduktif.

Sekarang mari kita coba menentukan kalimat utama pada bacaan di bawah ini!
          (1) Selama Mei 2010 ini Aremania mengumpulkan dana sumbangan. (2) Dana yang terkumpul itu dibelikan beragam bahan kebutuhan hidup, seperti beras, gula, teh, kopi, mie instan, dan lain-lain. (3) Setelah itu, bahan-bahan tersebut mereka bagi-bagikan ke berbagai panti asuhan. (4) Hal itu membuktikan, Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial.
Ketika membaca paragraf di atas, kita dapat melihat bahwa kalimat ke-2 dan kalimat ke-3 isinya menjelaskan kalimat yang pertama, tetapi kita tidak bisa menyimpulkan bahwa kalimat pertama merupakan kalimat utama, karena jika kita baca kalimat ke-4, Kita akan menyadari bahwa ketiga kaliamt sebelumnya dibuat untuk mendukung, atau membenarkan isi kalimat yang ke-4. Maka dapat disimpulkan, kalimat 4  merupakan kalimat utama, sedangkan kalimat 1, 2, dan 3 disebut kalimat penjelas. Karena kalimat utama berada di akhir paragraf, paragraf tersebut disebut paragraf induktif.

Menentukan Gagasan Utama dalam Paragraf

Sebelumnya sudah kita bahas, bahwa gagasan utama atau gagasan pokok dalam sebuah paragraf terdapat pada kalimat utama. Jika kalimat utama merupakan kalimat inti dalam paragraf, gagasan utama merupakan inti dari kalimat utama.

Ide pokok dalam kalimat-kalimat penjelas disebut gagasan penjelas. Gagasan penjelas berfungsi untuk memperjelas gagasan utama, dan tidak menjadi inti/pokok pembahasan suatu paragraf. 

Sebagai contoh, pada contoh  paragraf  yang ke dua , kalimat utamanya berbunyi : 
Hal itu membuktikan, Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial.

Ide pokok dalam kalimat tersebut adalah " suporter tim sepak bola yang memiliki keperdulian sosial"


Menentukan Ide Pokok Sebuah Bacaan
Ada dua cara menemukan gagasan utama sebuah bacaan/teks. Pertama, dengan memahami maksud pembicaraan atau hal pokok yang dibicarakan dalam teks tersebut. Cara pertama ini adalah cara paling cepat. Caranya dengan membaca dengan cermat teks tersebut, kita biasanya akan segera dapat mengidentifikasi hal pokok yang dibicarakan. Kedua, dengan menemukan ide pokok tiap paragraf lebih dulu, kemudian dari gabungan ide pokok tiap-tiap paragraf itu kita simpulkan hal pokok yang dibicarakan dalam teks tersebut.
Contoh:
          (1) Selama Mei 2010 ini Aremania mengumpulkan dana sumbangan. (2) Dana itu digunakan untuk membeli bahan-bahan kebutuhan hidup, seperti beras, gula, teh, kopi, mie instan, dan lain-lain. (3) Setelah itu, bahan-bahan tersebut mereka bagi-bagikan ke berbagai panti asuhan. (4) Hal itu membuktikan, Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial.
           (1) Tidak hanya itu, Aremania juga terkenal sebagai suporter kreatif dan atraktif. (2) Aremania hanya kelompok suporter, bukan seniman musik, tetapi ternyata mereka bisa menciptakan lagu. (3) Banyak sudah lagu yang mereka ciptakan, bahkan juga banyak yang ditiru oleh suporter lain. (4) Aremania juga bisa menggelar pentas kedua di pinggir lapangan dengan melakukan tarian-tarian kompak sambil bernyanyi walau tanpa latihan sebelumnya.
           (1) Aremania juga terkenal sebagai suporter sportif. (2) Ketika Arema bertandang ke kandang Persebaya, bonek melakukan pelemparan-pelemparan pada pemain Arema sehingga kaca bus pecah-pecah dan beberapa pemain terluka. (3) Namun, pada putaran kedua, ketika Persebaya bertandang ke kandang Arema, Aremania sama sekali tidak melakukan pembalasan. (4) Aremania tetap menjaga kedamaian, bahkan memberikan kalung bunga pada pemain Persebaya sebagai tanda penghormatan.
Pembahasan:
(1)_Gagasan utama paragraf 1 adalah Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial(gagasan kalimat 4) karena kalimat ini diperjelas oleh kalimat-kalimat yang lain. Kalimat 1, 2, dan 3 adalah gagasan penjelas karena isinya memperjelas gagasan kalimat 4.
(2)_Gagasan utama paragraf 2 adalah Aremania terkenal sebagai suporter kreatif dan atraktif(gagasan kalimat 1) karena kalimat ini diperjelas oleh gagasan kalimat-kalimat yang lain. Gagasan kalimat 2 (Aremania bukan seniman, tapi bisa menciptakan lagu), gagasan kalimat 3 (banyak lagu yang sudah mereka ciptakan), dan gagasan kalimat 4 (Aremania bisa menggelar pentas kedua di pinggir lapangan) disebut gagasan penjelas karena hanya berisi data-data faktual yang memperjelas gagasan kalimat 1.
(3)_Dalam paragraf 3, kalimat 1 berupa gagasan yang masih memerlukan penjelasan atau bukti-bukti. Ternyata, kalimat 2 s.d. 4 berisi bukti-bukti yang memperkuat atau memperjelas pernyataan kalimat 1. Oleh karena itu, gagasan utama paragraf 3 adalah Aremania terkenal sebagai suporter sportif(gagasan kalimat 1).
(4)_Kita sudah mengetahui bahwa gagasan utama paragraf 1 adalah Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial, gagasan utama paragraf 2 adalah Aremania terkenal sebagai suporter kreatif dan atraktif, dan gagasan utama paragraf 3 adalah Aremania terkenal sebagai suporter sportif. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa gagasan utama teks di atas adalah Aremania adalah suporter berkepedulian sosial, kreatif, atraktif, dan sportif (watak Aremania).

Referensi :
http://www.frenfa.com/blogs/3380/1770/ciri-ciri-kalimat-utama-dan-kali
http://bahasaindonesiayh.blogspot.com/2012/03/ide-pokok-kalimat-utama-dan-kalimat.html
http://andikws.blogspot.com/2011/08/kalimat-utama-gagasan-utama.html

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India